Apa Salahnya Menjadi Ibu Rumah Tangga?

Ibu rumah tangga atau bahasa kerennya House wife dan biasa disebut juga stay at home mom adalah sebutan yang kita sematkan kepada ibu-ibu yang memilih untuk mengurus rumah tangga di rumah dan tidak bekerja. Tak jarang Ibu rumah tangga dikaitkan dengan ketidakmampuan seorang wanita yang telah berumah tangga untuk kembali bekerja. Sering kali kita mendengar istilah “ untuk apa sekolah tinggi-tinggi kalo akhirnya di rumah saja?” atau nyinyiran khas ibu-ibu komplek “ apa nggak sayang ijazahnya? Kok Cuma jadi ibu rumah tangga aja?” dan yang lebih parahnya lagi jika Ibu rumah tangga dibanding- bandingkan dengan wanita karir dengan berbagai macam profesi seperti dokter, akuntan,manager dll.

Memangnya ada apa dengan ibu rumah tangga? Apa ada yang salah dengan pola pikir masyarakat kita? Ataukah ibu rumah tangga bukanlah hal yang patut diapresiasi alih-alih dibanggakan? Menurut saya, menjadi seorang ibu rumah tangga adalah keputusan terbaik yang saya ambil. Bukan karena saya udah males kerja enakan di rumah atau merasa minder tapi menjadi ibu rumah tangga adalah suatu pilihan yang tepat untuk kondisi rumah tangga kami saat ini. Sahabat Bunda, tidak semua hal harus berjalan sesuai dengan keinginan kita. Ada beberapa hal yang harus kita pikirkan sebelum melangkah lebih jauh.Termasuk keputusan untuk menjadi ibu Rumah Tangga ataukah Menjadi Ibu bekerja ( working mom) Keputusan yang saya ambil sebenarnya bukanlah hal yang benar-benar saya inginkan. Tentu saja saya ingin berkarir,memiliki gaji,dan sederet impian-impian indah yang saya bangun sejak dahulu. Namun, bagi saya, tumbuh kembang anak adalah hal yang utama. Demi itu semua saya rela meninggalkan semua impian manis saya. Apakah saya menyesal? Jawabnya InsyaAllah tidak. Karena saya yakin bahwa Allah telah menitipkan makhluk kecil yang kini berada dalam pengasuhan saya untuk saya jaga dan didik dengan baik.

Terkadang saya hanya bisa tersenyum mendengar dan melihat rekan-rekan saya yang juga seorang ibu sukses dengan karir dan segudang prestasinya. Dan saya HANYA mengurus anak di rumah. Tapi apa salahnya menjadi Ibu rumah tangga?. Mari kita merenung sejenak. Apakah ada di antara kita yang lebih senang jika ibu nya tidak ada di rumah? Apakah ada diantara kita yang sangat sedih dan tidak nyaman jika ditemani ibu kita? Ingatkah kita masa kecil kita yang selalu bergayut manja pada ibu kita? Seperti itulah yang dirasakan anak kita jika kita ada terus mendampinginya terutama di masa awal pertumbuhannya. Karena anak kita masih sangat lemah dan secara naluri masih sangat bergantung pada ibunya. Bagi seorang anak, ibu adalah semesta nya sehingga mendampingi nya dan menjaga nya akan membawa dampak positif terhadap tumbuh kembangnya.
Bagi anda Para ibu Rumah tangga, jangan merasa rendah diri dan kecewa ataupun minder karena sesungguhnya menjadi ibu rumah tangga adalah pekerjaan yang mulia dan di ridhai Allah. Dan bagi anda semua yang memilih menjadi ibu bekerja, jagalah waktu dan kelekatan bersama anak, karena masa kecil anak tidak dapat terulang kembali. Tidak perlu merasa bersalah dan tertekan, karena anakmu lebih tau hatimu. Bekerjalah dengan tenang dan suka cita serta pulanglah dengan membawa aura Bahagia untuk anakmu yang telah seharian menunggu kehadiranmu. salam bangga untuk semua ibu di dunia.

Apa Salahnya Menjadi Ibu Rumah Tangga?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top