Keluarga parenting

Buat Apa Belajar ilmu Parenting ?

Masa-masa melelahkan  ketika menjadi orangtua baru

Ketika pertama kali tahu bahwa aku akan menjadi seorang ibu, aku merasa sangat terharu dan gembira. Hal pertama yang langsung terbayang olehku bukan bagaimana mempersiapkan diri menjadi orangtua dan belajar parenting melainkan; apa saja yang harus dipersiapkan selama kehamilan dan menjelang proses kelahiran. Hampir setiap ada waktu luang, aku browsing seputar kehamilan dan kelahiran tidak ada hal yang menarik untuk diketahui selain 2 hal itu. Bahkan aku tidak pernah memikirkan bagaimana proses menyusui dan membesarkan anak. seperti kebanyakan orang, bagiku mengurus anak apalagi menyusui adalah hal yang sifatnya alamiah alias natural. Apalagi ilmu parenting. Buat apa sih belajar ilmu parenting? apa pentingnya? Apa tidak berlebihan? Kenapa mengasuh anak menjadi hal yang bersifat teoritis sejak kapan?

Hingga pada akhirnya setelah bayiku lahir, aku mengalami kebingungan yang luar biasa. Kenapa anakku terus menangis? Kenapa ASI ku tidak lancar? Kenapa Berat badan anakku susah naik? Kenapa aku jadi sering menangis dan emosi? Kenapa aku tidak bisa menenangkan bayiku sendiri? Seketika tangisku pecah, aku bingung harus bagaimana. Setiap ada orang yang datang berkunjung, aku selalu bertanya dan meminta saran. Sialnya lagi, setiap orang memiliki pendapat dan versinya masing-masing. Boro-boro dapat pengalaman baru, yang ada aku dibuat pusing dan semakin bingung. Kata si A anak harus begini kata si B oh tidak yang benar adalah seperti itu begitu seterusnya. Setahun berlalu, aku masih hidup dalam kebimbangan mengasuh anak. disinilah aku mulai menyadari bahwa penting nya memahami ilmu parenting bagi calon orangtua dan orangtua.

Pentingnya mempelajari ilmu parenting sejak dini

Begitu menyadari akan minimnya informasi dan pengetahuan seputar ilmu parenting, aku  mulai mencari sumber-sumber yang pas. “ wah, lama-lama ngaco nih. Nggak bisa dibiarin gini terus. Anak udah tambah besar masak iya ibunya masih segitu-segitu aja”. Disinilah awal mula aku mengenal dunia parenting dan serius menekuni nya. Aku mulai mengikuti group parenting di media social, aku juga hunting dan banyak membaca buku-buku parenting serta jurnal parenting baik dari dalam maupun dari luar negeri. aku sangat takjub, ternyata membesarkan dan mengasuh anak tidak semudah dan senatural seperti yang aku bayangkan salama ini. Terlintas di benakku, “kenapa tidak mengenal dan mempelajari parenting sejak awal bahkan sebelum menjadi orangtua?”

Salah satu pakar parenting yang menjadi panutan ku sejak awal mengenal dunia parenting adalah Ayah Edy.  meskipun tidak pernah mengenal secara langsung, hanya melalui buku-buku dan media sosialnya, aku sudah sangat merasa terbantu. Berbagai permasalahan seputar pengasuhan anak, cara berkomunikasi dengan anak, cara kita memahami dunia anak semua dikupas tuntas dan jelas.  Ayah edy berkata; bahwa untuk menjadi orangtua, tidak pernah ada sekolahnya dan itu benar adanya. Setiap anak memiliki kebutuhan yang berbeda, permasalahan yang berbeda, dan situasi yang berbeda. Kita perlu menggali lebih dalam mengenai tips dan trik  pengasuhan anak, agar anak kita tumbuh dan berkembang sehat baik jasmani maupun rohaninya.

Berikut Manfaat Belajar Ilmu Parenting

# 1 Meningkatkan kekuatan dan kompetensi orangtua

Dengan dasar ilmu parenting yang cukup orangtua menjadi lebih percaya diri karena tidak mengalami kebingungan seperti yang saya ceritakan di atas.

#2 Meningkatkan kebiasaan yang positif bagi orangtua

Dalam ilmu parenting, tidak ada anak yang bermasalah yang ada hanyalah orangtua yang bermasalah. Untuk itu, sebelum mendidik anak menjadi positif orangtua wajib membiasakan diri berpikir, berkata, dan berperilaku yang positif.

#3 Mengurangi tindak kekerasan terhadap anak

Semakin banyak orangtua yang sadar akan pentingnya belajar ilmu parenting, semakin berkurang tingkat kekerasan terhadap anak. dalam ilmu parenting, kita tidak diperkenankan melakukan kekersan baik secara verbal maupun fisik kepada anak. Terbukti, anak yang dibesarkan tanpa kekerasan cenderung berperilaku positif. Sebaliknya, anak-anak yang mengalami penyimpangan perilaku biasanya merupakan korban tindak kekerasan dan pelecehan terhadap anak.

#4 Meningkatkan interaksi antara orangtua dan anak

Meskipun orangtua dan anak memiliki jalinan ikatan yang sangat kuat, tak jarang permasalahan ada apada komunikasi dan interaksi. parenting adalah jalan bagi orangtua untuk belajar mengelola emosi diri dan anak serta bagaimana cara berkomunikasi yang baik dengan anak.

 

sources;

https://www.wilder.org/sites/default/files/imports/LitReviewSummary_10-16.pdf

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *