Keluarga parenting

Buat Apa Belajar ilmu Parenting ?

Masa-masa melelahkan  ketika menjadi orangtua baru Ketika pertama kali tahu bahwa aku akan menjadi seorang ibu, aku merasa sangat terharu dan gembira. Hal pertama yang langsung terbayang olehku bukan bagaimana mempersiapkan diri menjadi orangtua dan belajar parenting melainkan; apa saja yang harus dipersiapkan selama kehamilan dan menjelang proses kelahiran. Hampir setiap ada waktu luang, aku browsing seputar kehamilan dan kelahiran …

Continue Reading
Balita parenting Tips

Takut Balita Kecanduan Gadget? Berikut Tips nya

Di Jaman sekarang ini gadget sudah seperti barang wajib. Karena sifatnya yang praktis dan dilengkapi dengan berbagai fitur yang menarik dan canggih, gadget banyak dipakai untuk mempermudah hidup manusia. Namun gadget juga sangat berdampak pada kehidupanm social kita. Pernah dengar istilah ‘ gadget mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat”? yang artinya disamping mempermudah komunikasi kita dengan siapapun di seluruh …

Continue Reading
parenting Psikologi Tips

Menanamkan Konsep Diri Yang Positif Pada Anak

Menilai seseorang bukanlah hal yang sulit. Kita semua dengan mudah dapat menilai siapa saja termasuk sosok yang tidak kita kenal secara personal seperti  idola di TV, atlet, atau publik figure lainnya. Bagaimana dengan  diri kita sendiri? Sejauh apa kita mengenal diri kita? Sebaik apa kita bisa menilai diri kita seperti ketika kita menilai orang lain? Bagaimana jika kita tidak menilai …

Continue Reading
parenting Tips

Tips Menjadi Orangtua yang tidak sekedar ADA tapi juga HADIR untuk Anak

Eksistensi Orangtua di mata anak   Bagi setiap anak,orangtua adalah semestanya. Orangtua adalah cinta pertama anak, kehidupan anak, dan panutan bagi anaknya. Bagaimana dengan kita sendiri sebagai orangtua? Sudahkah kita benar-benar menjadikan anak sebagai prioritas? Adakah kita ketika anak sedang membutuhkan kita? Atau kita hanya sekedar ada namun tidak benar-benar “hadir” untuk mereka? Apa saja tips menjadi orangtua yang tidak …

Continue Reading
parenting tumbuh kembang anak

Tumbuh Kembang Setiap Anak Ada Masanya

Don’t make any conclusions from the very beginning!
Sahabat Bunda yang tercinta,
Tidak ada yang salah dari ekspektasi orangtua kepada anaknya. Setiap orangtua pasti ingin anaknya tumbuh dan berkembang dengan optimal. Tapi yang jadi masalah, apa yang menjadi dasar,landasan,dan acuan tumbuh kembang anak kita? Apakah anak tetangga? Anak sodara? Anak artis? WHO? Dan masih banyak lagi standart yang dapat dipakai sebagai landasan tumbuh kembang anak.

Setiap anak memiliki masa tumbuh dan kembang yang berbeda. Ibaratkan pohon, ia akan berbuah pada musimnya. Bahkan buah yang tumbuh pada pohon yang sama tidak selalu tumbuh bersamaan satu dengan yang lainnya. Begitupula tumbuh kembang anak. Banyak orangtua yang khawatir dan cenderung tidak sabar melihat proses tumbuh dan kembang anaknya. Berbagai stimulasi diberikan demi apa? Demi tumbuh kembang anak atau demi selamat dari komentar negatif? “Sudah umur setahun kok belum bisa jalan?” “sudah bisa jalan tapi kok masih sempoyongan? Masih dipegangi? Masih takut jatuh? Wah nggak sama ya dengan anak saya? Umur 9 bulan udah lari loh!”. Yang lebih miris lagi, komentar disertai ramalan: “kalau terlambat jalan biasanya terlambat semuanya.” “Udah umur sekian belum bisa baca? Nanti susah sekolahnya. Nanti susah mengikuti pelajaran.” Dll. Come on….Don’t make any conclusions from the very beginning. Kita nggak pernah tau loh anak kita akan jadi apa dan seperti apa. Sebagai contoh, saya pribadi baru bisa membaca dan menulis di usia 7 tahun lebih sedangkan anak seusia saya sudah lancar membaca sejak usia 6 tahun kurang kala itu. Tapi ternyata, dari sekian banyak hobi saya paling menyukai membaca dan menulis. Saya merasa menemukan kedamaian dari dua kegiatan ini. Saya bisa larut seharian dengan buku bacaan atau dengan alat tulis saya. Anak saya baru bisa berbicara di usia 3 tahun. Sekarang di usianya yang ke 4 tahun lebih, dia sudah dapat bercerita, berdiskusi, bahkan berdebat dan adu argumentasi dengan orang dewasa. Padahal dulu ketika usianya 2 tahun, ada yang bilang pada saya “Sudah umur 2 tahun kok ngomongnya belum jelas? Nggak pernah diajarin ya? cucu saya aja udah bisa nyanyi umur segitu? Ini kok nggak bisa ngomong?”. Menyakitkan ya? saya aja dengarnya live loh mau nangis rasanya. Hahahhaha… Tapi itukan sudah berlalu, yang penting anak saya sudah lancar berbicara dan saya pun belajar untuk bisa menerima dan sabar menghadapi tumbuh kembang anak.

Jadi para sahabat Bunda sekalian, jangan minder dan jangan sedih jika anak kita tidak tumbuh sepesat anak orang atau tidak sesuai ekpektasi kita. Nggak usah baper kalau anaknya dikatain orang yang begini yang begitu. Semua ada masanya, dan setiap anak memiliki masanya sendiri untuk tumbuh dan berkembang. It’s only a matter of time. Jangan sampai kita luapkan emosi kita kepada anak “Ayo donk belajar biar pintar kayak si Anu. Itu lihat dia aja bisa masak kamu nggak?” kata-kata yang seperti itu bukan saja tidak layak diucapkan tapi juga tidak layak didengar. Boleh saja kita memotivasi anak,tapi jangan mengkerdilkan anak. “Ayo belajar yang rajin ya nak biar bisa lebih baik dari kemarin. Kakak kan anak pintar pasti bisa ya kan”. Daripada membandingkan anak sendiri dengan anak orang lain, lebih baik kita fokus terhadap apa yang harus dicapai oleh anak. jika kita ingin anak dapat prestasi maka kita wajib jaga hati dan mentalnya. Jangan sampai kita mengejar prestasi anak semata tapi anak tidak bahagia apalagi sampai tertekan. Percayalah pada kemampuan anak kita. Coba lihat dari sudut pandang yang berbeda karena Allah tidak pernah sia-sia menciptakan makhluk Nya.

Continue Reading