parenting Psikologi Tips

Menanamkan Konsep Diri Yang Positif Pada Anak

Menilai seseorang bukanlah hal yang sulit. Kita semua dengan mudah dapat menilai siapa saja termasuk sosok yang tidak kita kenal secara personal seperti  idola di TV, atlet, atau publik figure lainnya. Bagaimana dengan  diri kita sendiri? Sejauh apa kita mengenal diri kita? Sebaik apa kita bisa menilai diri kita seperti ketika kita menilai orang lain? Bagaimana jika kita tidak menilai diri kita secara jujur dan apa akibatnya? Mari kita bahas satu persatu apa itu konsep diri, Apa pentingnya konsep diri , apa dampak jika tidak memiliki konsep diri dan bagaimana cara menanamkan Konsep diri yang positif pada anak sejak dini.

Apa Itu Konsep Diri?

Konsep diri adalah pandangan seseorang terhadap dirinya atau singkatnya bagaimana kita memandang diri kita. Konsep diri sebenarnya telah tumbuh sejak manusia berusia 3 bulan. Bayi 3 bulan mulai menyadari eksistensinya dan memiliki persepsi bahwa dirinya adalah suatu individu. Namun konsep diri yang positif tidak akan tumbuh begitu saja. Melainkan tumbuh dan dipengaruhi oleh lingkungan, pola asuh, dan refleksi diri dan pengalaman seseorang. Konsep diri terbagi menjadi 2. Yakni konsep diri Positif dan Konsep Diri Negatif. Ada 3 komponen penting berkaitan dengan konsep diri, antaralain:

  1. Self-image : Self-Image adalah bagaimana kita melihat diri kita
  2. Self-esteem : bagaimana kita melihat diri kita sebagai individu yang berharga
  3. Ideal-self : apa yang kita harap ada pada diri kita

Setiap orang memiliki persespsi sendiri tentang dirinya itulah yang disebut dengan self image. Image yang terbentuk, melekat ,dan menjadi identitasnmya. Kemudian persepsi itu mempengaruhi harga dirinya sebagai manusia itulah yang disebut dengan self-esteem. Disamping itu, gambaran ideal yang selama ini jadi panutan seseorang entah itu berasal dari lingkungan nya atau muncul dalam benak dan angan kita itulah yang disebut dengan ideal-self.  Ketidak sesuaian antara ideal self dengan self-image akan mempengaruhi self-esteem. Contohnya begini, anak memiliki gambaran ideal bahwa dirinya adalah anak yang pemberani, tetapi kenyataan nya dia justru terkenal sebagai anak yang penakut. Apa yang terjadi? anak kehilangan harga diri dan kepercayaan diri.

Apa Pentingnya Konsep Diri ?

Konsep diri mempengaruhi perilaku seseorang. Untuk itu, penting sekali bagi kita orangtua untuk memiliki konsep diri yang positif agar kita bisa mendidik anak kita sesuai konsep diri positif yang ada pada diri kita. tidak jarang, kita orangtua pun bisa labil jika berkaitan dengan pribadi kita. apabila kita tidak segera merefleksi diri dan memiliki konsep diri yang jelas, sulit untuk kita mendidik anak menjadi pribadi yang positif.

Apa dampaknya bila Anak tidak memiliki Konsep diri?

  1. Sering mengalami ledakan emosi yang tidak tentu. Hal ini disebabkan karena Anak tidak mengenal dirinya sendiri. Tidak tahu apa maunya, apa kebutuhannya, dan tidak bisa mengungkapkan nya sehingga menjadi emosi.
  2. Tidak dapat mengambil keputusan untuk dirinya sendiri
  3. Suka membanding-bandingkan dirinya dengan orang lain. Ideal self yang tidak sejalan dengan self image menjadikan seseorang merasa gagal. Sehingga dia terus membandingkan dirinya dengan orang lain.
  4. Lemahnya kepercayaan diri. Kepercayaan diri berkaitan dengan self-esteem. Seseorang yang bermasalah dengan kepercayaan diri karena dirinya gagal memahami self-image nya.
  5. Selalu melemparkan kesalahan kepada orang lain.

Apakah Bunda merasakan beberapa hal di atas terjadi pada diri Bunda atau Anak? itu tandanya ada yang salah dengan konsep diri yang selama ini terbentuk. Bunda tidak sendirian, saya pun mengalaminya dan saya merasakan dampak yang sangat tidak sehat dalam rumah tangga saya. Untuk itu saya tidak ingin konsep diri yang salah ini menular kepada pasnagan apalagi anak.

Bagaimana membentuk Konsep Diri yang positif pada Anak?

Konsep diri dapat terbentuk dan dipengaruhi oleh lingkungan. Sejak kecil kita sudah tau seperti apa diri kita, bagaimana kita sebaiknya bersikap, bahkan kita diperlihatkan langsung contoh-contoh yang ada di sekitar kita, tetapi kita tidak pernah benar-benar dapat menilai diri kita sendiri. Setiap ada yang salah selalu kata-kata yang sama diulang ; introspeksi diri. Apa artinya introspeksi diri jika lingkungan kita tidak support kita untuk menjadi pribadi yang positif. Itulah pentingnya menanamkan konsep diri yang positif pada anak sejak dini. Lantas bagaimana caranya?

  1.  Stop Labeling

    Jangan suka melabeli anak dengan sifat-sifat tertentu terlebih jika konotasinya negatif. Misalnya; Si Pemalas, Si Pembohong, si Pemalu. Tahukah kita bahwa labeling memeiliki dampak yang sangat signifikan terhadap perilaku manusia. Sebagian orang bisa saja berpendapat bahwa pemberian label itu sebagai bentuk peringatan agar anak tidak mengulangi kesalahannya sehingga sebutan itu tidak menempel padanya lagi. Salah besar, justru yang ada sebutan atau panmggilan tertentu itu malah tertangkap oleh alam bawah sadarnya dan mneyebabkan seseorang berperilaku yang sesuai dengan sebutannya.

  2. Stop Making Comparisons

    membandingkan anak dengan anak lainnya. Jika kita ingin anak mencontoh perilaku yang positif, katakan saja dan beri pengertian secara tegas. Membandingkan anak dengan anak lain meskipun itu saudara kandung atau orang terdekat hanya memperburuk komunikasi kita dengan anak dan menimbulkan jarak. Lebih buruknya anak bukannya termotivasi malah semakin kesal.

  3. Fokus pada kelebihan anak

    Jangan terlalu mempermasalahkan kekurangan anak. ingatlah bahwa anak kita akan tumbuh dan berkembang cepat atau lambat. Dukung terus prestasi dan bakat anak, Percayalah Tumbuh Kembang Setiap Anak Ada Masanya

  4. Beri perhatian, cinta, dan kasih sayang yang tulus kepada anak

    Kasih sayang dan pelukan hangat adalah obat dari segala obat untuk anak. ajari anak untuk mencintai dirinya dan orang lain. Saling menghargai dan bekerja sama. Sehingga anak terbentuk menjadi orang yang penuh cinta dan kasih sayang.

  5. Terbuka Dan Obyektif

    Belajarlah menjadi orangtua yang terbuka dan obyektif dalam menilai apapun  sehingga anak juga terbiasa bersikap terbuka dan obyektif.

Itulah tadi beberapa poin mengenai konsep diri. Seperti yang kita tahu bahwa konsep diri yang positif tidak muncul dan tumbuh begitu saja pada diri anak. kita orangtuanya yang harus membentuk. namun sebelum menjadikan anak sebagai pribadi yang positif, sudahkah kita memiliki konsep diri yang positif?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *